Larangan Ketika Haid dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Setiap perempuan yang sudah baligh tentunya akan mengalami haid setiap bulannya. Kondisi ini terjadi ketika sel telur perempuan tidak dibuahi, sehingga akan luruh dengan sendirinya melalui proses menstruasi.

Larangan Ketika Haid

  • Sholat

Perempuan yang sedang haid dilarang untuk melaksanakan sholat.

“Apabila haid datang, tinggalkan sholat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada suatu hari, datanglah seorang wanita dan bertanya kepada Aisyah, “Apakah salah seorang dari kami harus menggqadha sholat bila telah suci dari haid?”

Lalu Aisyah pun bertanya, “Apakah engkau wanita Hururiyah? Kami dulunya haid di masa Nabi sholallalahu ‘alaihi wassalam. Beliau tidak memerintahkan kami mengganti sholat.” (HR. Bukhari).

  • Membaca Al Quran

Selain tidak boleh melaksanakan sholat, perempuan yang sedang haid juga dilarang untuk membaca Al Quran.

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Orang junub dan wanita haid tidak boleh membaca sedikit pun dari Al Quran.” (HR. Tirmidzi).

  • Menunda Tawaf

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda kepada Aisyah ketika sedang melaksankan haji dan sedang menstruasi.

“Kerjakanlah segala yang dikerjakan oleh orang yang sedang berhaji, tetapi jagan melakukan tawaf.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Berpuasa

Dalam sebuah hadits mengatakan

“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk menggqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk menggqadha sholat.” (HR. Muslim).

  • Melakukan Hubungan Intim

Dalam sebuah hadits dikatakan

“Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad sholallahu ‘alaihi wassalam.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dalam hadits lainnya,

“Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haid) selain jima.” (HR. Muslim).

Tata Cara Mandi Junub Setelah Haid

Setelah masa haidnya selesai diwajibkan untuk bersuci dengan cara mandi yang disebut mandi wajib atau mandi junub.

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Seperti yang diketahui bahwa setiap yang namanya ibadah wajib itu, baik yang fardhu kifayah maupun fardhu ain, wajibnya hukumnya melafadzkan niat terlebih dahulu. Begitupun dengan mandi wajib maka anda harus melafadzkan niat mandi wajib terlebih dahulu. Berikut niat doa mandi junub setelah haid :

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta’ala”

Artinya : “Sengaja aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah Ta’ala”.

Setelah anda membaca niat mandi wajib, maka langkah selanjutnya adalah mempraktekkan cara mandi wajib setelah haid sebagai berikut :

  • Langkah yang pertama yang harus anda lakukan adalah membasuh bagian kemaluan dengan menggunakan kapas yang sudah dilumuri oleh minyak wangi atau parfum non alkohol.
  • Langkah selanjutnya adalah membersihkan kedua telapak tangan secara menyulur. Siram atau basuhlah tangan kiri. Lakukan serta ulangi cara ini masing-masing sebanyak tiga kali.
  • Setelah itu berwudhu dengan sempurna. Cara ini merupakan salah satu sunnah yang harus dilakukan saat mandi wajib pasca haid. Lakukan wudhu ini seperti akan melaksanakan sholat.
  • Kemudian mandi seperti biasa. Awali dengan menyiram air dari ujung kepala. Lalu, mencuci rambut atau keramas dengan menggunakan shampo agar bersih dan wangi.
  • Memisah-misah rambut dengan jari tangan.
  • Lalu membersihkan seluruh tubuh dengan cara mengguyur air ke semua anggota badan seperti mandi biasa.
  • Langkah yang terakhir, pastikan bahwa seluruh anggota tubuh anda bersih dan terkena air mengalir tanpa terkecuali, termasuk bagian yang tersembunyi, seperti belakang telinga, ketiak, punggung, sela-sela jari tangan dan kaki, lipatan antara paha dan lutut.