Apa yang Menyebabkan Asam Lambung Naik dan Bagaimana Gejalanya?

Banyak orang yang mengalami masalah kesehatan yang serius berkaitan dengan sistem pencernaan tubuh. Salah satunya adalah asam lambung tinggi. Penyakit asam lambung yang naik dapat menimpa siapa saja baik orang dewasa maupun anak – anak. Selain itu, gejala yang timbul juga membuat aktivitas kehidupan menjadi terhambat. Hal inilah yang membuat penyakit asam lambung yang naik perlu diwaspadai. Lantas, apa sebenarnya yang membuat asam lambung menjadi naik dan apa saja gejalanya?

Asam lambung yang naik juga dikenal dengan nama Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan suatu kondisi dimana asam lambung naik ke kerongkongan. Hal ini disebabkan karena otot yang ada pada kerongkongan bawah melemah. Sehingga kontraksi yang seharusnya terjadi agar saluran kerongkongan menutup dan makanan turun ke bawah menjadi terganggu. Hal ini yang membuat kerongkongan terbuka dan akibatnya asam lambung akan naik menuju kerongkongan. Penyakit ini sering kambuh sehingga jika tidak ditangani dengan baik akan mengganggu aktivitas. Penyakit asam lambung yang naik tentu tidak serta merta terjadi. Beberapa kondisi bisa menimbulkan asam lambung naik. Salah satunya adalah obesitas. Perilaku hidup yang tidak sehat dan ditambah dengan obesitas dapat menyebabkan seseorang mengalami asam lambung naik. Akan tetapi, bukan berarti orang yang kurus terhindar dari asam lambung. Kondisi lain yang meningkatkan resiko terkena asam lambung adalah kehamilan. Ibu hamil akan lebih rentan terkena asam lambung naik. Oleh karena itu, seorang ibu hamil perlu mendapatkan pengawasan yang ketat dari tenaga kesehatan.

Meskipun asam lambung bisa menyerang siapa saja, akan tetapi orang yang berusia lanjut memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena asam lambung. Hal ini dikarenakan kemampuan otot yang dimiliki tentu lebih lemah dibandingkan dengan orang lain. Selain itu, naiknya asam lambung juga dapat terjadi pada orang dengan kondisi gastroparesis. Kondisi ini merupakan keadaan dimana otot kerongkongan melemah. Selain itu, penderita scleroderma, orang yang mengalami penyakit pada jaringan kulit, juga memiliki kondisi yang lebih rentan untuk terkena asam lambung. Kondisi rentan lainnya adalah orang yang mengalami hernia hiatus. Kondisi terjadi ketika bagian lambung masuk ke dalam kerongkongan. Bayi yang masih dalam proses pertumbuhan juga bisa mengalami kondisi asam lambung naik. Hal ini dikarenakan otot kerongkongan bayi masih belum cukup kuat. Akan tetapi, hal ini akan semakin membaik seiring berjalannya waktu.

Salah satu gejala yang khas dan sering muncul pada penyakit asam lambung tinggi adalah adanya rasa terbakar yang dirasakan di sekitar area dada atau yang dikenal dengan nama heartburn. Selain itu, penderita asam lambung yang naik juga akan merasakan rasa asam di sekitar bagian belakang mulut. Hal ini umumnya dirasakan terutama ketika dalam keadaan berbaring, membungkuk, dan setelah makan. Selain kedua gejala di atas, hal umum yang dirasakan oleh penderita asam lambung yang naik adalah adanya sesuatu yang mengganjal di bagian kerongkongan. Hal ini menyebabkan penderita kesulitan saat menelan makanan. Selain itu, penderita asam lambung yang naik juga seringkali mengeluarkan sendawa dan memiliki bau mulut yang tidak sedap. Gejala lain yang muncul adalah suara serak dan dibarengi dengan batuk tanpa dahak yang sering terjadi di malam hari. Pada kondisi tertentu, penderita asam lambung juga akan sering mual, muntah,dan mudah merasa kenyang.